Yuk, Halau si Bau dengan Hidup Bersih & Diet Sehat
- Rini soe
- Mar 15, 2017
- 2 min read

Banyak produk deodorant/antiperspirant dari bahan natural bisa jadi pilihan lebih aman ketimbang produk berbahan kimia. Sayangnya, belum tentu produk tersebut mudah didapat di aneka kota di Indonesia.
Hmm, ketimbang harus membeli produk deodorant, sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana mencegah bau badan secara alami.
Bau badan awalnya bersumber dari dua kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin (menghasilkan keringat) yang ada di seluruh permukaan tubuh dan kelenjar apokrin (menghasilkan cairan seperti susu) yang sebagian besar ada di bagian ketiak, kulit kepala, dan lipatan paha/selangkangan. Saat si keringat ini diproduksi lalu mengering pada kulit, maka akan menimbulkan bau badan. Bau keringat yang normal biasanya tak terlalu menyengat.
Bau badan yang “WOW” alias tidak sedap, antara lain bisa muncul jika bakteri mempengaruhi hasil pengeluaran kelenjar apokrin. Bakteri tersebut “memakan” keringat yang diproduksi oleh kelenjar aprokin , dimana si bakteri ini sangat senang dengan lemak keringat tersebut yang dihasilkan tubuh saat panas, beraktifitas, atau stress. Makin lama area dimana kelenjar aprokin itu berproduksi dalam keadaan hangat dan lembab, si bakteri akan makin betah dan memakan kelenjar minyak keringat dan melepaskan bau “busuk” dalam proses tersebut.
Bau akibat berkembangnya bakteri ini antara lain juga bisa muncul di kaki sehingga bakteri jenis tertentu seperti Micrococcus sedentarius berkembang di area kaki dan berbau sangat menyengat.
Karena itu, pastikan selalu kebersihan pakaian, pakaian dalam, termasuk kaos kaki, topi dan handuk, guna mencegah bakteri tumbuh lebih banyak. Jika telah dipakai atau basah, lebih baik dicuci, jangan hanya dijemur lalu dipakai kembali. Saat kita berkeringat, ada baiknya segera dikeringkan dengan handuk atau kain bersih dan kering. Mandi secara teratur atau segera tanpa berlama-lama menunggu tubuh terasa bau atau berkeringat juga sangat dianjurkan.
Jangan lupa juga memperhatikan area ketiak atau area selangkangan. Jika Anda tidak mau mencukur rambut di area itu, yang penting jangan sampai dibiarkan terlalu panjang dan jangan lupakan kebersihan area itu. Gosok berlahan di area ketiak agar bakteri di sana bisa dikurangi. Pilih jenis pakaian, pakaian dalam, dan kaos kaki yang mudah menyerap keringat.
Menjaga stress juga penting, karena stress juga bisa memicu kelenjar apokrin mengeluarkan keringat lemak, dan stres emosional bisa mendorong keringat ke permukaan kulit. Meski keringat sesungguhnya tidak tidak berbau, namun bakteri pada kulit dapat memecah keringat apokrin dan mengakibatkan bau yang tidak menyenangkan.
Selain itu, makanan juga bisa menjadi salah satu pemicu bau badan. Hindari mengkonsumsi terlalu banyak daging, alcohol atau makanan tertentu diyakini bisa menyebabkan bau keringat menjadi lebih keras. Misalnya saja bawang putih dan merah, brokoli, kubis Brussel, dan sayuran lain yang termasuk keluarga cruciferous mengandung senyawa bau seperti sulfur. Karena itu, tak ada salahnya mengganti pola makan untuk mencegah maupun mengurangi bau badan.
Nah, siapa bilang bau badan tidak bisa disiasati tanpa produk deodorant?
Berbagai sumber. Photo : 34-menopause-symptoms.com