top of page
My Pick:
!
Search By Tag:
Stay In The Know:

Bahan Berbahaya dalam Produk Deodorant

  • Rini Soe
  • Mar 14, 2017
  • 2 min read

Kemarin kita telah membahas Alumunium dalam produk deodorant. Selain Alumunium, produk kimia apa saja yang yang sering ditemukan pada produk deodorant?

Bahan lain yang mungkin Anda ingin hindari adalah Paraben, yang juga merupakan pengawet sintetis. Dalam sejumlah penelitian menggunakan random sampling terhadap 100 spesimen urin manusia, ditemukan semuanya atau 100% sumber mengandung paraben. Hal ini menunjukkan tubuh kita memiliki tingkat penyerapan tinggi terhadap bahan kimia tersebut. Kekawatiran terbesar atas fakta ini adalah terjadinya keseimbangan hormon sehingga antara lain bisa mengganggu proses pubertas pada anak-anak dan meningkatnya resiko kanker yang disebabkan oleh masalah hormon. Paparan paraben juga dikaitkan dengan aneka kasus cacat lahir dan racun pada tubuh.

Propylene glycol merupakan bahan yang umum digunakan dalam antiperspirant atau deodorant, dan mengandung bahan dasar minyak tanah yang digunakan untuk melunakkan produk kosmetik agar menghasilkan kelicinan yang konsisten. Ini merupakan cara murah untuk membuat produk perawatan kulit agar produk mereka mudah digunakan pada kulit. Propylene glycol dan disodium EDTA biasanya merupakan bahan-bahan yang dipakai agar membantu membawa bahan aktif semacam alumunium masuk lebih cepat dan mudah ke dalam tubuh kita. Bahan tersebut menjadi bahaya ketika yang dibantu diserap ke dalam tubuh adalah bahan-bahan kasar dan tak diperlukan tubuh dengan lebih cepat.

Lalu ada Phthalates, yaitu bahan kimia yang banyak terkandung dalam kosmetik, wewangian sintetis, plastik, produk perawatan tubuh dan barang medis, dan digunakan untuk membantu melarutkan bahan-bahan lain guna menciptakan konsistensi bahan yang lebih baik. Masalahnya, kandungan Phthalates dalam beragam penelitian juga dikaitkan dengan munculnya berbagai masalah kesehatan, misalnya darah tinggi dan mempengaruhi urin wanita usia subur sehingga menyebabkan resiko menurunkan resiko cacat lahir pada anak. Ini menunjukkan Phthalates dapat mengganggu reseptor hormon serta meningkatkan kemungkinan mutasi sel.

Kandungan pengharum atau aroma buatan merupakan bahan yang paling sering terdapat dalam aneka produk perawatan tubuh. Sementara,istilah “fragrance” atau aroma sintesis ini sebenarnya banyak digunakan untuk menutupi campuran aneka bahan kimia yang terkandung dalam produk tersebut. Phthalates misalnya, adalah produk kimia yang digunakan dalam plastic dan sering diberi label sebagai “aroma” atau “fragrance”. Phthalates terbukti banyak tertumpuk dalam tubuh dan berkaitan erat terhadap gangguan hormone, cacat bawaan, masalah kesuburan dan beberapa kasus kanker.

Nah, ada juga Triclosan yang digunakan sebagai anti bau dan anti bakteri dalam produk deodorant komersial khususnya pembersih tangan, tissue tangan, dan gel. FDA sebenarnya telah mengklasifikasikan Triclosan sebagai pestisida dan diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh Badan Perlindungan Lingkungan di Amerika. Klasifikasi ini telah mendorong beberapa perusahaan untuk menghapusnya dari produk mereka. Namun, masih saya dapat ditemukan sebagai bahan dalam beberapa rumus.

Lalu ada bentuk Talc powder atau bedak talek merupakan serbuk halus yang terbuat dari : talek, yakni bentuk mineral yang terbuat dari magnesium; silikon dan oksigen. Kandungan tersebut membuat bedak talek mampu menyerap kelembaban dan membantu mengurangi gesekan, bermanfaat untuk menjaga agar kulit tetap kering dan mencegah ruam. Sayangnya, bedak talek juga dicurigai mengandung karsinogen.

BHT (butylated hydroxytoluene) meskipun dalam dosis rendah, dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan adanya efek terhadap sistem saraf. Salah satu efeknya misalnya menyebabkan hiperaktif pada anak-anak dan dicurigai sebagai karsinogen.

Nah, jika banyak produk perawatan tubuh menggunakan aneka bahan kimia lebih untuk kepentingan menciptakan aneka kemudahan dan keuntungan mereka dalam membuat formulasi produk komersial namun mengabaikan bahaya bagi tubuh kita, apakah kita masih akan tetap menggunakan produk-produk tersebut?

Sumber : Mother Earth Living, Natural news, & berbagai sumber. Photo : edgecastcdn.net

© 2023 by The Beauty Room. Proudly created with Wix.com

bottom of page