Rheumatoid Arthritis
- RIni Soe
- Dec 7, 2016
- 2 min read

Yuk, kita bahas lebih dalam bagaimana menangani penyakit Arthritis khususnya Rheumatoid Arthritis (RA).
Penyebab pasti dari RA memang belum diketahui pasti. Ada dugaan RA disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, lingkungan, hormonal, juga kemungkinan virus atau bakteri, yang semua itu bisa merangsang sistem kekebalan tubuh terganggu sehingga menyerang sendi & organ tubuh lainnya. Meski penyebabnya belum bisa ditemukan secara pasti, berdasar sejumlah fakta pasien menunjukkan bahwa keluarga yang orang tuanya memiliki sejarah menderita RA bisa memungkinkan meningkatnya kemungkinan keturunannya terkena RA.
Lalu bagaimana anggapan ada beberapa hal penyebal munculnya masalah rematik itu antara lain mandi malam, akibat makanan tertentu, penyakit asam urat, hanya menyerang usia manula? Hmm, dari penjelasan penyebab munculnya masalah Arthritis di atas, sudah jelas anggapan tersebut semuanya hanya mitos belaka. Konsumsi makanan atau asam urat hanyalah penyebab sebagian kecil masalah Arthritis. Untuk kasus RA, tentu ini tak berhubungan sama sekali. Pegal-pegal pada malam hari yang sering dimaknai sebagai pertanda mengindap sakit Rematik, juga tak benar. Rasa sakit rematik khususnya RA bisa muncul kapan saja.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani penyakit RA antara lain memang memerlukan sejumlah obat-obatan. Sayangnya belum ditemukan obat yang bisa benar-benar menyembuhkan RA, obat yang ada sifatnya lebih untuk pengurang radang atau bengkak/nyeri sendi. Di beberapa kasus yang parah, diperlukan tindakan operasi untuk mengembalikan bentuk atau fungsi tulang. Selain itu yang bisa dilakukan untuk menganani RA adalah istrihat yang cukup dan olah raga.
Istrahat cukup yang dimaksud adalah tidak memaksakan aktifitas fisik saat terjadi peradangan sendi yang makin memburuk. Pasien biasanya disarankan untuk menggunakan alat bantu untuk membantu saat berjalan misalnya dengan joint splits.
Sedangkan olah raga teratur sangat disarankan saat kondisi penderita RA membaik atau radang berkurang agar penderita RA bisa mempertahankan fleksibilitas sendi dan memperkuat otot-otot yang mengelilingi sendi dan jika dilakukan teratur diharapkan bisa menjaga mobilitas sendi.
Photo : healthlob.com